SAKIT ADALAH PENGGUGUR DOSA

Ketika kaum muslimin ditimpa musibah sakit, ternyata pada saat itu Allah SWT memerintahkan kepada 4 malaikat untuk mendatangi kaum muslimin yang sedang sakit tersebut. Ke empat malaikat tersebut membawa tugasnya masing-masing. Mereka datang menemui kaum muslimin yang sedang sakit tersebut:

Malaikat yang pertama diperintahkan untuk mengambil nafsu makannya sehingga mereka merasa tidak enak makan seakan terasa pahit dan mual.

Malaikat yang ke dua diperintahkan untuk mengambil cahaya di wajahnya, sehingga mereka pucat dan lemas.

Malaikat yang ke tiga diperintahkan untuk mengambil tenaganya sehingga mereka lemas dan tak berdaya.

Dan malaikat yang ke empat diperintahkan untuk mengambil dosa-dosanya

Jelas sekali ketika sakit badan terasa lemas, lidah terasa pahit dan tidak enak makan, muka yang pucat hanya terbaring lemah tak berdaya.

Ketika mereka sembuh maka Allah memerintahkan satu persatu kepada malaikat tersebut untuk dikembalikannya kepada mereka.

Malaikat yang pertama diperintahkan untuk mengembalikan nafsu makannya kepada mereka lalu mereka akan sembuh dan kembali bisa menikmati makanan.

Malaikat yang kedua diperintahkan untuk mengembalikan cahaya diwajahnya sehingga mereka kembali bersinar dan ceria.

Malaikat yang ke tiga pun diperintahkan untuk mengembalikan tenaga mereka sehingga mereka kembali bertenaga dan sehat.

Dan malaikat yang ke empat ketika orang tersebut sembuh tapi Allah belum memerintahkannya untuk megembalikan dosa nya, maka malaikat tersebut bertanya kepada Allah, ya Allah tidakkah engkau memerintahkan aku untuk mengembalikan dosa orang itu, maka Allah memerintahkan kepada malaikat tersebut untuk membuang dosa tersebut ke laut. menurut riwayat dosa yang dibuang ke laut itu menjelma menjadi buaya,Entah… konon, buaya siluman..

Riwayat tersebut merupakan sakit adalah penggugur dosa. Jika kita ikhlas dengan derita sakit yang dialami maka dosa kita akan gugur, namun jika kita banyak mengeluh maka dosa tersebut akan dikembalikan kepada kita.

Sebagian salaf mengatakan:

فقد الثواب على المصيبة أعظم من المصيبة

Kehilangan pahala dari sebuah musibah jauh lebih berat ketimbang musibah itu sendiri” (Tasliyah Alh Al-Mashaaib: 173)

Diantara hal yang dapat menghilangkan pahala dari sebuah musibah adalah sikap tidak ridho dengan musibah tersebut baik dengan menyalahkan taqdir ataupun dengan berprasangka buruk kepada Allah azza wa jalla.

“Tidakkah ada suatu musibahpun yang menimpa seorang muslim, baik keletiha atau sakit, atau kesedihan atau kegelisahan atau gangguan atau gundah gulana bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah akan menjadikan hal itu sebab untuk menghapus dosa-dosanya.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

“Barangsiapa di kehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan mengujinya”. (HR. Al-Bukhori)

Ujian sakit merupakan bentuk rasa sayang Allah kepada makhluknya agar kita sadar dan bersyukur kepadaNya.

“Berilah makan terhadap orang yang kelaparan, jenguklah orang sakit dan bebaskanlah tawanan” (HR. Al-Bukhori)

Memberikan kebahagiaan, rasa senang dan semangat kepada yang sakit merupakan anjuran rosulallah dengan menjenguknya. Kehadiran kerabat, saudara dan teman yang menjenguk merupakan kebahagiaan yang tak terhingga, seakan mendapat perhatian dan kasih sayang, semangat dan kekuatan baru. Dan kita tidak boleh berburuk sangka kepada mereka yang tidak menjenguk, setidaknya cukup dengan doa pun kita merasa bahagia.

Kita patut bersyukur, sakit yang tidak seberapa, hanya beberapa hari terbaring lemas, tapi masih ada yang lebih parah lagi, mereka sakit yang begitu lama, bahkan menderita yang berkepangjangan dalam hidupnya (hidup susah/miskin). Kita bersyukur masih diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, pekerjaan, rejeki, harta dan benda serta mampu melakukan apapun didunia ini. Dan apapun yang menipa kita, baik sakit, musibah atau ada yang berniat jahil kepada kita merupakan ujian bagi kita agar selalu mengingat Allah SWT dan menguatkan keimanan dan ibadah kita.

Semoga kita menjadi orang-orang yang ikhlas dan bersyukur. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s