Peran stakeholder dalam peningkatan wawasan kebangsaan

Wawasan Kebangsaan sebagai cara pandang suatu bangsa dalam memahami jati diri dan lingkungan keberadaannya. Pada dasarnya merupakan penjabaran dari falsafah bangsa, sesuai dengan keadaan wilayah suatu Negara dan sejarah yang dialami bangsa itu.

Wawasan kebangsaan menentukan cara suatu bangsa memanfaatkan kondisi geografis, sejarah, sosial-budaya dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional serta bagaimana bangsa itu memandang diri dan lingkungan baik kedalam maupun keluar.

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka makna dan hakekat serta pengejawantahan Wawasan Kebangsaan tersebut penting dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Mengingat negara Kita yang majemuk ini, ditambah lagi dengan banyaknya berbagai kelompok/elemen masyarakat yang sengaja dibentuk berdasarkan hukum positif, yakni berperan penting sebagai perekat dan suritauladan terhadap seluruh rakyat untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pentingnya memberikan pemahamankepada pemangku kepentingan (stake holder) terhadap elemen masyarakat agar dikembangkan pula terhadap seluruh masyarakat yang lain tentang wawasan kebangsaan, demi tetap tegaknya kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Mengingat pada zaman perubahan sekarang ini dengan banyaknya pengaruh globalisasi, maka marilah kita gali kembali nilai-nilai budaya bangsa kita ini, sebagai kristalisasi yang dikagumi oleh bangsa-bangsa lain agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang akan mengganggu stabilitas nasional.

Pengertian Wawasan Kebangsaan

Wawasan Kebangsaan adalah suatu wawasan yang mementingkan kesepakatan, kesejahteraan, ketertiban dan keamanan bangsa sebagai titik tolak dalam berfalsafah, berencana dan bertindak.

Wawasan kebangsaan Indonesia dalam kerangka NKRI berkembang dan mengkristal dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam membentuk Negara Indonesia yang tercetus pada waktu diikrarkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, sebagai tekad perjuangan yang merupakan konvensi/kesepakatan nasional tentang pernyataan eksistensi bangsa Indonesia yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.

Peningkatan Wawasan Kebangsaan

Sesuai pengamatan, dewasa ini dalam pengembangan wawasan kebangsaan seakan-akan telah luntur akibat pengaruh modernisasi, oleh sebab itu mari kita tingkatkan wawasan kebangsaan melalui cara-cara diantaranya sebagai berikut :

  1. Kesetiaan

Kesetiaan terhadap ikrar bersama, yang berarti perasaan dan sikap memegang teguh nilai-nilai kebangkitan nasional, bermuara pada berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut juga mencerminkan adanya solidaritas, rasa senasib sepenanggungan serta kerjasama yang harmonis dalam mengisi kemerdekaan.

  1. Keadilan

Keadilan yang berarti perasaan dan sikap dalam memberikan dan memperoleh hak dan kewajiban yang pantas pada segenap aspek kehidupan, baik dalam hubungan pusat dan daerah, antar daerah maupun antar anggota masyarakat. Hal ini akan tercapai apabila ada keterbukaan dari semua komponen bangsa.

  1. Kekeluargaan

Contoh:

  • Dalam bidang keagamaan; terwujudnya adanya toleransi.
  • Dalam bidang perikemanusiaan; terwujudnya kebiasaan tolong menolong diantara sesama kita.
  • Dalam bidang kebangsaan dan kebudayaan; saling menghargai sekalipun beda suku dan latarbelakang budaya.
  • Dalam bidang kenegaraan; diterapkan cara   kekeluargaan dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan Rakyat banyak, baik dilakukan oleh wakil rakyat maupun oleh lembaga Pemerintahan lainnya.
  • Dalam bidang ekonomi; menghindarkan perbuatan yang merugikan kepentingan negara, merelakan yang dimiliki untuk membantu meringankan beban hidup orang lain.

Peran Stake Holder Dalam Peningkatan Wawasan Kebangsaan 

  • Stake Holder untuk meningkatkan wawasan kebangsaan harus mempunyai konsep diantaranya : Rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat kebangsaan. Dengan menjiwai ketiga konsep tersebut mempunyai ciri-ciri, yaitu :
  • Adanya rasa ikatan yang kokoh kuat dalam satu kesatuan dan kebersamaan diantara sesama anggota masyarakat, tanpa  membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
  • Saling membantu antar sesama komponen bangsa demi mencapai  tujuan dan cita-cita bersama;
  • Tidak membangun primordialisme/kedaerahan dan eksklusivisme/paling hebat (karena akan merusak persatuan);
  • Membangun kebersamaan dengan semboyan bahwa suka dan duka anggota masyarakat adalah suka dan duka seluruh bangsa dan Negara;
  • Mampu mengembangkan sikap untuk berfikir dan berperilaku positif dimanapun berada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
  • Senantiasa berfikir jauh kedepan, membuat gagasan untuk kemajuan bangsa dan negaranya menuju kemandirian dan kesetaraan dengan bangsa-bangsa lain.

 

Stake holder dalam peningkatan wawasan kebangsaan dituntut mempunyai sikap kepekaan diantaranya :

  • Sikap ingin tahu; yang selanjutnya mengembangkan kepekaan terhadap fenomena dan realitas lingkungannya.
  • Sikap menganalisis; jikalau terhadap gejala sosial yang terdapat dalam masyarakat dituntut sikap ketelitian dan kecermatan. Guna kepentingan stabilitas dalam masyarakat Kita.
  • Sikap rasional; yang melatih membudayakan diri dalam perilaku realistik, kritis, argumentatif dan mampu memilih berbagai macam alternatif. Semuanya itu menghindari sikap adu domba.
  • Sikap objektif; mengembangkan watak jujur,adil dan tanggung jawab. Semuanya itu guna menghadapi semua masalah.
  • Sikap bekerja secara sistimatik; sebagai sikap yang diperlukan dalam kegiatan-kegiatan yang menuntut efisiensi ketat, kompetitif dan produktifitas yang tinggi terutama dalam menghadapi persaingan global.

 

Langkah-langkah kongkrit yang harus diwujudkan oleh stake holder dalam peningkatan wawasan kebangsaan :

  • Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif dan berdayatahan terhadap globalisasi.
  • Adanya keikutsertaan stake holder didalam setiap tahapan pembangunan dengan upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap sarana atau prasarana yang dibangun.
  • Berperilaku atau bertindak yang bersifat membangun.
  • Dari hasil kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini nantinya, Stake Holder perperan penting dalam peningkatan wawasan kebangsaan. Agar bisa menunjukan hasrat / cita-cita masyarkat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI.
  • Dengan melirik kegagalan-kegagalan yang pernah dialami, maka kedepan dengan berdasar semangat nilai-nilai pancasila kita aktualisasikan kembali nilai-nilai luhur bangsa kita yang masa perjuangan dulu dipelihara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s