Malaikat yang menjelma

“(Ingatlah), ketika malaikat berkata, ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang  yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk diantara orang-orang yang saleh. “(Ali-Imran:45-46)

Pada saat itu, malaikat Jibril A.S. mengubah bentuknya menjadi manusia yang sangat sempurna, karenanya (Maryam) tidak dapat melihat Jibril a.s. dalam bentuk aslinya. Allah berfirman, “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalamAl-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur.  Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka. Lalu Kami utus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.”  (Maryam: 16-17)

Ketika Maryam melihat seorang pemuda yang sangat tampan (penjelmaan malaikat Jibril a.s.) di hadapannya, menembus tabir yang dibuatnya, ia mengira bahwa pemuda tampan itu ingin berbuat jahat kepadanya. Sementara, dia adalah seorang wanita bersih dan suci yang ditumbuhkan Allah SWT dengan pertumbuhan yang baik.  Maka ia segera berlindung kepada Allah SWT, “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci,” ujar Jibril a.s. “Bagaimanaakan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina?,” jawab Maryam tegas. “Demikianlah Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. Dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan,’ jawab Jibril a.s. menjelaskan (Maryam: 18-21)

Kadang-kadang para malaikat mengubah bentuk sebagai orang biasa dan menemui sebagian manusia, guna memberikan kabar yang menggembirakannya dan melapangkan dadanya atas perbuatan dan tingkah lakunya yang baik serta karakteristiknya yang mulia.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya, malaikat itu berkata, “Kemanakah engkau akan pergi? ‘ Lelaki itu menjawab, ‘Aku ingin
mengunjungi saudaraku di desa ini. ‘ Malaikat itu bertanya lagi, ‘Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.’ Kemudian malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT yang diutus kepadamu, bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya.'”

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. Ia mendengar Rasulullah bersabda, “Ada tiga orang dari kalangan Bani Israel, yang pertama menderita kusta, kedua berkepala botak, dan ketiga matanya buta. Allah SWT ingin menguji mereka dengan mengutus salah seorang malaikat. Lalu malaikat itu (yang sudah mengubah bentuk menjadi manusia) mendatangi seorang yang menderita kusta itu sembari bertanya, ‘Apakah gerangan yang engkau sukai? ‘ Orang itu menjawab, ‘Warna yang bagus, kulit yang mulus, dan sembuhnya penyakit yang membuat semua orang merasa jijik padaku.’ Kemudian malaikat itu mengusapnya hingga penyakit yang membuat orang jijik padanya lenyap, serta memberinya warna yang bagus dan kulit yang mulus. Setelah itu malaikat bertanya lagi, ‘Harta apakah yang engkau inginkan?’ Orang itu menjawab, ‘Seekor unta.’ Lalu malaikat itu memberikan seekor unta betina yang sedang hamil tua seraya berkata, “Semoga Allah SWT, menganugerahkan berkah-Nya padamu dengan unta ini.’

Kemudian malaikat itu mendatangi orang yang berkepala botak sambil bertanya, ‘Apakah gerangan yang engkau sukai? ‘ Lelaki itu menjawab, ‘Rambut yang bagus dan kesembuhan dari penyakit yang membuat orang jijik padaku. ‘ Malaikat itu mengusapnya kemudian berlalu setelah memberinya rambut yang bagus. Lebih lanjut malaikat itu bertanya, ‘Harta apakah yang engkau inginkan? ‘ Lelaki itu menjawab, ‘Seekor sapi. ‘ Malaikat itu memberinya seekor sapi yang sedang bunting seraya berujar, ‘Semoga Allah menganugerahkan berkah-Nya kepadamu dengan seekor sapi ini.’

Setelah itu malaikat tersebut mendatangi orang yang buta dan berkata, ‘Apakah gerangan yang sangat engkau inginkan? ‘ Lelaki buta menjawab, ‘Allah  SWT mengembalikan penglihatanku hingga aku bisa melihat manusia. ‘ Malaikat itu mengusapnya dan kembalilah penglihatannya. Selanjutnya malaikat itu berkata, “Harta apakah yang engkau inginkan? ‘ Lelaki itu menjawab, ‘Seekor kambing.’ Malaikat itu mengabulkannya dengan memberikan seekor kambing yang sedang bunting. Hewan yang ini melahirkan dan yang ini melahirkan. Akhirnya, orang ini memiliki lahan peternakan unta, orang ini memiliki lahan peternakan sapi dan orang ini memiliki lahan peternakan kambing.

Setelah itu malaikat mendatangi orang yang pernah menderita penyakit kusta dengan menyamar sebagai orang tua yang menderita kusta seraya berkata, ‘Seorang lelaki miskin yang hidup sebatang kara dalam perjalanan hidupnya. Hari ini ia tidak bisa memohon kepada siapa pun kecuali Allah SWT kemudian kepadamu. Aku meminta kepadamu apa-apa yang telah dianugerahkan (Allah SWT) kepadamu, warna yang bagus, kulit yang mulus, dan harta yang berupa unta untuk kelangsungan hidupku. ‘ Lelaki itu berkata, ‘Banyak sekali hak-hak yang kau minta. ‘ Malaikat itu berkata,  ‘Sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu juga seorang penderita kusta yang dikucilkan masyarakat.  Saat itu engkau sangat miskin dan kemudian Allah SWT menganugerahkan kekayaan padamu?’  ‘Harta ini kuwarisi secara turun temurun,’ ujar lelaki itu dengan sombong. ‘Jika engkau berbohong, maka Allah SWT mengembalikanmu seperti keadaan semula….”

Beliau melanjutkan, “Lalu malaikat itu mendatangi orang yang pernah menderita kebotakan dangan menyamar sebagai seorang  lelaki botak seperti dirinya. Ia mengatakan seperti apa yang dikatakannya kepada lelaki yang menderita kusta di atas. Dan diapun menjawab seperti apa yang dijawab oleh rekannya. Kemudian malaikat berkata, ‘Jika engkau berbohong, maka Allah SWT akan mengembalikanmu pada keadaanmu semula…'”

Beliau bersabda, “Setelah itu ia mendatangi orang yang pernah kehilangan penglihatannya dengan menyamar sebagai lelaki tua buta dan berkata, ‘Seorang lelaki miskin dan Ibnu Sabil. Dalam perjalanan hidupku aku tidak lagi memiliki siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Hari ini tidak ada seorangpun yang kuminta, kecuali Allah SWT kemudian kepadamu. Aku meminta atas nama yang mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing guna kelangsungan hidupku. Lelaki itu berkata, ‘Aku pernah mengalami kebutaan, lalu Allah SWT mengembalikan penglihatanku seperti sedia kala. Ambilah sesukamu dan tinggalkan sesukamu. Demi Allah, hari ini aku tidak akan mempersulit segala sesuatu yang ingin kau ambil, demi Allah. (Yakni aku tidak akan mempersulitmu dengan menolak sesuatu yang ingin kau minta dan kau ambil). ‘Lalu malaikat itu berkata, ‘Peliharalah apa-apa yang kau miliki. Sesungguhnya kalian telah diuji. Sesungguhnya Allah SWT meridhaimu dan memurkai kedua rekanmu.'”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s