ARAH PERUBAHAN DALAM PEMIKIRAN MANAJEMEN

TUNTUTAN PERUBAHAN

Dalam kurun waktu satu dekade yang lalu, mungkin sudah cukup bagi seorang manajer untuk membekali diri dengan keahlian dasar manajemen. Akan tetapi saat ini, dengan semakin berkembangnya gejolak pasar, struktur organisasi yang semakin efisien serta hubungan kerja yang semakin bervariasi serta kompleks, peralatan serta teknik yang tersedia sudah tidak mampu lagi membantu mereka untuk memprediksi permintaan dengan lingkungan operasi yang baru.
Tuntutan bagi seorang manajer dewasa ini adalah sangat berbeda dari tuntutan pada 5 atau 10 tahun yang lalu, diantaranya :
– Fungsi hirarki tradisional telah berubah menjadi perubahan yang cepat dalam tim lintas-fungsi (cross-functional team)
– Perhatian manajemen telah berubah dari upaya untuk meningkatkan efisiensi secara internal menjadi pendesainan ulang dan hubung-kait proses bisnis dengan berfokus keluar yaitu kepada konsumen
– Sukses merupakan hasil dari kreatifitas, fleksibilitas dan kecepatan, bukan dengan pengetatan anggaran disiplin dan pengawasan
– Penguasaan pasar dan keuangan telah terbukti tidak begitu penting dibandingkan dengan kemampuan organisasi untuk beradaptasi, belajar dan pengembangan sumberdaya manusia yang ada
Perubahan-perubahan tersebut telah terjadi dihampir semua organisasi yang ada baik besar maupun kecil, pemerintah ataupun swasta. Mereka dihadapkan pada tantangan besar dari birokrasi, lingkungan bisnis serta perubahan yang cepat dari pesaing. Oleh karenanya apakah anda bekerja pada perusahaan multinasional yang besar maupun dalam perusahan domestik yang kecil ataupun anda berada dalam fungsi kantor pusat atau berada jauh dilapangan dalam rangka memenuhi keinginan konsumen, maka anda harus mengubah secara radikal pola kerja jika menginginkan untuk terus maju dalam situasi pasar dan peluan-peluang baru yang terus berubah.
Memang para manajer telah banyak diekspos oleh berbagai ide bagaimana untuk menghadapi seluruh tantangan yang dihadapi seperti; management by objectives, total quality, one minute management, portfolio management, the Seven S’s, teori X,Y dan Z, reengineering, the learning organization dan lainnya. Masing-masing pemikiran tersebut mungkin memberikan berbagai ide yang bernilai, akan tetapi tidak ada satupun yang mampu memberikan solusi total terhadap permasalahan yang dihadapi. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan atas situasi yang dihadapi menjadi kunci utama dalam mengadopsi pemikiran majamen tersebut.

ARAH PERUBAHAN

Sebagai langkah awal untuk menelaah arah perubahan manajemen, maka perlu diklasifikasikan berbagai ide dan konsep manajemen dengan melihat kurun waktu berlakunya ide-ide tersebut sehingga kita dapat melihatnya dari aspek perspektif sejarah . Salah satu cara yang paling mungkin untuk melihat segmentasi trend dalam pemikiran manajemen, maka perlu dipisahkan berbagai pemikiran selama 40-50 tahun lalu ke dalam 5 kelompok pemikiran :

– SCIENTIFIC MANAGEMENT

Paling tidak dalam kurun waktu tahun 1950-an, manajemen telah dianalisa sebagai sesuatu yang bersifat ilmiah. Keuangan dan struktur hirarki dianggap sebagai cara untuk menjalankan organisasi. Pencapaian keuntungan diperoleh melalui produksi massal dan skala economies. Teori X menjadi cara yang dominan. Ide daripada F.W. Taylor (Tailorism) menjadi ide utama, dimana pekerjaan harus dipecah hingga kepada bagian yang lebih kecil dan menciptakan cara yang paling efisien untuk setiap pekerjaan tersebut. Organisasi dilihat bagaikan mesin untuk selalu dapat dilaksanakan seefisien mungkin,
Era scientific manajemen ini diakhiri dengan sumbangan Peter Drucker dengan Management by Objectivenya (MBO). Dimana dalan tahun 1955, Drucker telah memperingatkan bahwa system pengukuran menjadi berubah dengan lebih mempertimbangkan keseimbangan dalam pengukuran kinerja.

– PUTTING PEOPLE FIRST

Dalam tahun 1960-an, arah pemikiran manajemen mulai berbalik arah, dengan munculnya pemikir manajemen seperti Maslow and Herzberg. Organisasi mulai dilihat bukan sebagai mesin dan lebih mengarah kepada system social.
Pada saat itu ditandai dengan pemikiran bahwa keberhasilan hanya akan tercapai jika mampu merealisasikan potensi penuh dari karyawan daripada pengawasan yang ketatterhadap produktivitas mereka. Mengatur orang daripada menghitung output. Teori X telah diganti dengan Y dimana hasil terbaik dipetik dari karyawan melalui bantuan agar mereka mampu mengembangkan dan mencapai kepuasan diri sendiri
Alat manajemen yang sangat berguna saat itu diantaranya adalah management grid yang dikembangkan oleh Robert Blake dan Jane mouton. Dimana matrik ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan manajer dilihat dari tingkat kepeduliannya terhadap orang ataupun hasil.

– STRATEGIC COMPETITION

Dengan memperhatikan situasi persaingan yang semaking meningkat, focus dari manajemen telah berubah dari focus kepada orang dan kondisi internal organisasi mengarah kepada upaya untuk mencoba mencari strategi yang mampu membawa organisasi untuk bersaing secara efektif. Dalam kurun waktu ini telah terjadi krisis minyak dan resesi ekonomi yang mengakibatkan banyak perusahaan raksasa memecahkan diri menjadi unit-unit bisnis strategic yang kecil.

Pada saat tersebut telah banyak dikembangkan teori bagaimana mendiagnosis organisasi dan unit usanya serta penetapan strategi seperti Mc.Kinsey, BCG, Analisa struktur industri, daur hidup produk dan kurva belajar. Bagaimana prusahaan memilih alat tersebut sangat bergantung kepada tingkat kepercayaan bahwa jika mereka mampu menemukan satu strategy yang jitu, maka mereka akan mampu mencapai keunggulan kompetitif.

– “JAPANESE” TECHNIQUES

Factor penting yang mempengaruhi teori manajemen dan prakteknya dalam era 80-an adalah adanya satu kenyataan bahwa perusahaan Jepang telah menunjukkan kemampuannya berbanding perusahaan sejenis di Barat. Hal inilah yang memaksa mereka untuk menerapkan teknik-teknik seperti quality circles, Just-In-Time manufacturing dan Kanban. Kualitas yang dikaitkan dengan perbaikan yang berkesinambungan telah menjadi tujuan bagi hampir semua perusahaan.
Teori Y telah diganti menjadi teori Z yaitu gaya pengambilan keputusan dalam organisasi model Jepang yang lebih mementingkan kesejahteraan pekerja. Strategic intent ( penetapat satu arah umum dan ambisi organisasi) telah mengganti strategic planning ( penetapan strategi secara rinci dengan perencanaan terpusat)

– LEARNING ORGANIZATION

Pada periode ini, telah memasuki era hiperkompitisi, dimana segala sesuatunya menjadi tidak dapat diprediksikan dan dilihat sebagai kondisi yang kacau (chaos) sebagai akibat adanya perubahan dan pergeseran yang tidak terduga, yang susah dilihat apakah itu menjadi suatu peluang atau ancaman.
Dalam upaya untuk beradaptasi kepada pusaran yang baru ini, maka konsep untuk mencari strategi yang baik, mengarah kepada bagaimana menciptakan fleksibilitas dari strategi tersebut. Dengan menciptakan arah yang umum ternyata lebih mampu beradaptasi dan mempelajari perubahan keinginan/permintaan konsumen serta tantangan dan peluang baru dari persaingan yang semakin meningkat.

POLA PENGEMBANGAN

Telah terjadi beberapa perubahan perubahan yang drastis dalam implementasi manajemen dan organisasi dan secara umum dapat digambarkan sebagai berikut : :

– ORGANISASI

Stuktur organisasi berkembang semakin mendatar dari struktur organisasi tradisional/klasik yang lebih memperhatikan struktur fungsional mengarah kepada struktur yang lebih fleksibel, berdasar pengetahuan serta model struktur yang lebih mengarah kepada pelananan konsumen dalam upaya menangkap dengan cepat setiap keinginan atau harapan dari konsumen

– MANAJEMEN

(a) From machine and computer to brain

Secara sadar maupun tidak, selama ini kita menggunakan konsep yang menganggap organisasi sebagai mesin. Hal ini menjadikan kita sudah terpola sedemikian rupa dalam memanajemeni perusahaan, walaupun kita menginginkan fleksibilitas, inovasi, belajar dan meningkatkan daya saing, namun selalu dihambat oleh pola pikir yang mekanistis selalu menekan kita untuk mengikuti keteraturan, terkuantifikasi, konsisten efisiensi dan pengawasan yang menjadi suatu sistem tertutup atau layaknya sebuah mesin.
Jika kita memutuskan untuk mengubah pola tersebut yaitu dari mesin menjadi otak, maka ini akan menolong kita mengubah bagaimana kita bekerja dan menata, dan tentunya kita masih memerlukan efisiensi dan pengawasan, karena kalau tidak ianya akan menjadi anarki. Dengan menerapkan konsep “brain” atau otak tersebut, kita dapat mulai berfikir tentang cara baru dalam bekerja yang telah terbuktimenjadi lebih sukses dalam berbagai lingkungan berbanding dengan pengawasan ketat dari birokrasi.

(b) Focus on improvement, not cost

Kemudi utama dalam menejemeni kegiatan bermuara pada keinginan untu mengurangi biaya dan biaya biasanya adalah biaya pegawai. Fokus untuk mengurangi biaya akan mengarah kepada kegagalan semenjak awalnya.. Hal ini disebabkan berbaga alas an, diantaranya karyawan tidak sepenuh hati untuk melaksanakan apalagi jika dikaitkan dengan pengurangan fasilitas atau kesejahteraan. Sementara membengkaknya biaya dapat juga diakibatkan buruknya proses operasi. Jika kita ingin mengurangi staf tanpa melakukan/menetapkan standard proses, maka staf tidak akan mampu untuk mendukung program dan melaksanakan beban kerja, sehingga akan mengurangi tingkat pelayanan dan akhirnya biaya akan meningkat kembali.

(c) From function to team to network

Jaringan kerja merupakan arah selanjutnya stelah pengembangan dari fungsional menjadi tim. Para manajer telah dianjurkan untuk beralih dari pola organisasi fungsional mengarah kepada pendekatan berdasarkan tim untuk menyahut permintaan dalam lingkungan yang berubah dengan cepat. Banyak yang telah berupaya dengan keras agar tim yang dibentuk bekerja sempurna, telah menayadari betapa terbatasnya kemampuan tim dan mencoba untuk berubah kearah bersifat jaringan kerja.

(d) Motivation

Ancaman hukuman ataupun menjanjikan hadiah merupakan alat utama yang biasanya digunakan untuk memotivasi karyawan untuk mencapai harapan mereka. Akan tetapi motivasi tersebut biasanya dinyatakan secara tidak transparan bahkan tertutup. Untuk itu, biasanya karyawan mengetahui sekali bahwa jika cara bertindak mengikuti cara \-cara tertentu akan membuahkan reward, sebaliknya jika mereka tidak dapat bekerjasama akan membuahkan punishment. Hal inilah yang akan terjadi jika kita melakukan pendekatan pengawasan yang ketat
Disaat karyawan bekerja dalam kelompok yang berdasarkan fungsional dan melakukan pekerjaan yang berulang-ulang, maka kita selalu mengupayakan tingkat produktivitas atau efisiensi, sehingga pendekatan “carrot and stick” terlihat sudah memadai untuk menjaga tingkat kinerja. Akan tetapi secara tidak sadar hal ini akan merusak kinerja dalam jangka panjang karena karyawan tidak termotivasi secara alamiah maupun tingkat partisipasi yang rendah yang tidak terdeteksi secara langsung.
Akan tetapi dengan beralihnya kearah partisipasi karyawan dalam tim fungsional local maupun kelompok lintas fungsional, maka kita memerlukan staf yang memiliki komitmen tinggi bukan sekedar partisipasi sebab mereka tidak memiliki pilihan lain Selain daripada itu, juga terjadi perubahan cara pandang bahwa karyawan itu bukan hanya sekedar bagian atau mekanisme sebuah mesin ke arah yang lebih radikal dalam memotivasi mereka.

(e) Role of Manager

Seperti diketahui bahwa organisasi berubah menjadi semakin datar, lebih fleksibel dan lebih tanggap terhadap kebutuhan konsumen dan juga lebih bergantung kepada keahlian staf, dimana para manajer harus beradaptasi. Penggerak perubahan tersebut berasal dari factor internal seperti semakin meningkatnya tingkat pendidikan staf dan semakin berkurangnya pekerjaan secara manual serta semakin tersedianya system informasi yang lebih canggih merupakan penyebab peralihan kearah pekerjaan lintas fungsi dan kerja secara tim. Pengaruh eksternal berasala dari semakin tingginya tingkat persaingan, pasar yang berubah, permintaan konsumen yang semakin variatif serta upaya swastanisasi dalam berbagai kegiatan pemerintahan yang kesemuanya berperan dalam mengubah fungsi ataupun peranan manajer dewasa ini.

Secara umum arah perubahan (trend) dari pemikiran manajemen lebih bersifat penyesuaian akibat perubahan lingkungan yang semakin kompleks Perubahan radikal atau drastis harus terus dilakukan karena tidak ada sesuatu yang abadi dan mampu bertahan dari gelombang perubahan yang terus bergulir sepanjang masa.

materi pada kuliah umum oleh : DR. MOHAMAD ILMI, M.Ec

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s